Daging buah dari asam jawa mengandung magnesium, kalium, zat besi, kalsium, fosfor, tembaga, vitamin B1, vitamin B2, vitamin B3, serta vitamin C, vitamin K, vitamin B6, asam folat, vitamin B5, dan selenium dalam jumlah yang lebih kecil. Sebanyak 120 gram daging buahnya mengandung 287 kalori, 6 gram serat, 3 gram protein, dan kurang dari 1 gram lemak. Besarnya kalori ini sebagian besar berasal dari gula alami. Selain itu, asam jawa juga mengandung polifenol, yaitu senyawa alami yang bertindak sebagai antioksidan.
Manfaat
Asam jawa secara umum digunakan sebagai salah satu bahan dasar masakan, termasuk bagi orang Indonesia. Namun, ia juga kerap kali digunakan sebagai campuran dalam pengobatan tradisional. Berikut adalah beberapa potensi manfaat kesehatan dari asam jawa.
1. Meningkatkan Kesehatan Otak
Vitamin B adalah jenis vitamin yang larut dalam air dan tubuh tidak menyimpannya. Oleh karena itu, kita harus mengonsumsi makanan yang kaya akan beberapa jenis vitamin B. Salah satu kegunaan utama vitamin B adalah untuk kesehatan otak dan sistem saraf.
2. Meningkatkan Kesehatan Tulang
Asam jawa merupakan makanan yang tinggi akan kandungan magnesium. Kita memerlukan magnesium untuk meningkatkan kepadatan tulang. Selain itu, ia juga mengandung kalsium. Kombinasi dari kedua zat ini ini, ditambah dengan olahraga angkat beban, dapat membantu mencegah terjadinya patah tulang dan osteoporosis.

Asam jawa memiliki potensi baik untuk kesehatan otak dan tulang
3. Tinggi Antioksidan
Asam jawa mengandung polifenol seperti flavonoid yang bertindak sebagai antioksidan. Fungsi dari antioksidan adalah untuk melawan radikal bebas penyebab kerusakan tubuh, yang pada akhirnya dapat meningkatkan risiko penyakit kronis seperti penyakit jantung dan kanker. Melalui penelitian hewan coba, asam jawa diketahui dapat membantu menurunkan kolesterol LDL (kolesterol darah) dan tekanan darah.
4. Antijamur, Antivirus, Antibakteri, Antiinflamasi
Senyawa yang terkandung dalam asam jawa diketahui memiliki aktivitas antijamur, antivirus, antibakteri, dan antiinflamasi. Namun perlu diingat, berbagai aktivitas menjanjikan ini tidak menjadikan asam jawa sebagai makanan super untuk dikonsumsi begitu saja. Ia hanya bisa membantu.
Permen Asam Jawa
Mengutip dari The Centers for Disease Control and Prevention (CDC), permen asam jawa pernah menyebabkan keracunan timbal di tahun 1999. Keracunan ini tidak berasal dari buahnya (karena memang tidak mengandung timbal), tetapi karena adanya lintah dalam wadah tempat ia disimpan. Lintah ini muncul karena sifat asam dari asam jawa tersebut.

Hati-hati dengan permen asam jawa karena tingginya kandungan gula
Meskipun permen asam jawa tampaknya lebih sehat dari permen lainnya, terutama karena ia terbuat dari tanaman tradisional, permen tetaplah permen. Ia tetap mengandung tambahan gula dan pengawet, sehingga membuatnya menjadi bentuk produk asam jawa yang paling tidak bergizi. Oleh karena itu, konsumsinya harus dibatasi pada orang dengan penyakit diabetes dan orang yang sedang menurunkan berat badan.
Asam jawa diketahui memiliki aktivitas antioksidan, antijamur, antivirus, dan antiinflamasi. Selain itu, ia juga diyakini dapat membantu meningkatkan kesehatan otak karena kandungan vitamin B-nya serta kesehatan tulang karena kandungan magnesium dan kalsiumnya. Konsumsilah asam jawa dalam bentuk seasli mungkin daripada dalam bentuk permen, karena kandungan kalori dan gulanya kemungkinan tinggi.