Alergi Kedelai? Hati-hati Dengan Edamame!

Edamame memang tergolong ke dalam jenis protein nabati terbaik dan digemari oleh banyak orang. Namun, karena ia merupakan produk kedelai, maka edamame tidak cocok untuk orang yang alergi terhadap kedelai. Batas toleransinya pun berbeda-beda, ada orang yang tetap bisa mengonsumsinya dalam jumlah terbatas, tetapi ada pula yang tidak dapat memakannya sama sekali.

Terlebih lagi, kedelai diketahui sebagai alergen yang umum pada bayi dan anak-anak, yang dapat menyebabkan penyakit radang pada kerongkongan. Oleh karena itu, siapapun yang mengalami gejala reaksi alergi setelah makan edamame, seperti pembengkakan, gatal-gatal, atau kesulitan bernapas, sebaiknya berhenti memakannya. Gejala ini bisa saja merupakan tanda anafilaksis (kondisi yang mengancam jiwa).

Tambahkan Secara Bertahap

Edamame juga kaya akan serat, sehingga jika dikonsumsi dalam jumlah yang besar secara langsung dapat menyebabkan gejala seperti kram perut, diare, kembung, dan bergas. Maka dari itu, jika ingin menjadikannya sebagai bagian dari pola makan sehari-hari, cobalah untuk menambahkan edamame secara bertahap seiring berjalannya waktu. Tujuannya adalah agar tubuh terbiasa dengan asupan serat yang lebih tinggi, demi mengurangi risiko gejala pencernaan yang tidak diinginkan.

Tambahkan edamame secara bertahap ke dalam pola makan sehari-hari demi menghindari gejala saluran pencernaan akibat tidak terbiasa dengan asupan serat lebih tinggi

Risiko Bagi Orang dengan Gangguan Hormon Tiroid

Pernah ada beberapa penelitian, yang meskipun terbatas jumlahnya, menunjukkan bahwa konsumsi produk kedelai dalam jumlah besar memiliki efek yang negatif terhadap fungsi tiroid. Salah satunya yaitu dengan memicu pelepasan hormon tiroid. Namun di sisi lain, beberapa studi lainnya tidak menemukan bahwa asupan kedelai dalam jumlah normal akan berdampak signifikan terhadap kesehatan tiroid, terutama bagi mereka dengan fungsi tiroid normal.

Meskipun demikian, karena pola makan tinggi kedelai dapat mengganggu kadar hormon tiroid, terutama bagi mereka yang memiliki gangguan tiroid seperti hipotiroidisme, konsumsinya harus dibatasi dalam jumlah sedang saja. Jika tetap ingin mengonsumsinya, cobalah untuk berkonsultasi dengan dokter dan ahli gizi terlebih dahulu untuk menentukan seberapa banyak porsi yang tergolong aman untuk dikonsumsi.

Amankah dikonsumsi Bumil?

Mengonsumsi edamame selama kehamilan dapat meningkatkan asupan folat harian. Asam folat, atau vitamin B9, merupakan zat gizi penting untuk kesehatan janin yang sedang berkembang, bahkan ibu hamil biasanya direkomendasikan atau diberikan suplemen asam folat. Oleh karena itu, jika ingin mengonsumsinya selama hamil, cobalah untuk berkonsultasi dengan dokter dan ahli gizi pilihanmu!

Konsumsi edamame bagus untuk tingkatkan asupan folat harian bagi ibu hamil

Tips Memilih, Menyimpan, dan Mengonsumsi Edamame

  1. Jika ingin dimakan begitu saja, pilih edamame yang masih terbungkus di dalam polongnya, tetapi jika ingin diolah ke dalam masakan tertentu, pilih edamame yang sudah dikeluarkan dari polongnya.

  2. Cari polong edamame yang berwarna hijau cerah dan keras jika disentuh.

  3. Masa simpan edamame di kulkas adalah sekitar 5 hari, sementara di freezer hingga 6 bulan.

  4. Sebelum memasak edamame, pastikan untuk membilasnya hingga bersih untuk menghilangkan kotoran yang menempel.

Edamame, meskipun ia sebagai salah satu protein nabati terbaik, konsumsinya perlu diperhatikan bagi orang dengan alergi kedelai. Hal ini karena edamame itu sendiri adalah kedelai muda yang belum matang. Selain itu, berhati-hati jugalah jika ingin memakannya sebagai sumber serat harian. Tambahkan secara bertahap untuk menghindari terjadinya gangguan pencernaan. Enaknya bahas topik apalagi nih, Ladies?