7 Potensi Brotowali Bagi Kesehatan Tubuh

7 Potensi Brotowali Bagi Kesehatan Tubuh

Kesehatan 562

Brotowali (Tinospora cordifolia) banyak tumbuh di daerah tropis, seperti India, Australia, dan Afrika. Baik daun, akar, maupun batangnya, secara keseluruhan dapat dikonsumsi, bisa dalam bentuk bubuk kering atau jus, bahkan sebagai suplemen dalam bentuk kapsul atau pil. Beberapa senyawa utama dalam brotowali yaitu terpenoid, alkaloid, lignan, dan steroid. Berikut beberapa potensinya bagi kesehatan tubuh:

1. Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh

Brotowali dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Hal ini berkaitan dengan kandungan senyawa aktif seperti 11-hydroxy mustakane, N-methyl-2-pyrrolidone, dan lain-lain di dalamnya, yang berfungsi meningkatkan aktivitas sel-sel yang bertugas melawan infeksi, seperti makrofag dan neutrofil. 

Selain meningkatkan aktivitas sel-sel untuk melawan infeksi, brotowali juga diketahui dapat meningkatkan jumlah sel darah putih dan kadar hemoglobin. Dikarenakan manfaatnya ini, ia berpotensi baik untuk digunakan dalam pengobatan tambahan untuk orang dengan HIV dalam rangka mengurangi resistensi virus HIV terhadap obat.

2. Antidiabetes

Brotowali dapat digunakan dalam terapi diabetes karena memiliki fungsi untuk mengontrol gula darah. Hal ini berkaitan dengan manfaatnya dalam membantu produksi hormon insulin, mengurangi stres oksidatif penyebab peradangan, serta menghambat glukoneogenesis (produksi glukosa dari sumber non-karbohidrat seperti asam amino, gliserol, dan asam lemak) dan glikogenolisis (pemecahan simpanan glukosa di hati dan otot menjadi sumber energi).

Brotowali bermanfaat untuk kontrol gula darah

3. Menangkal Racun

Kandungan antioksidan pada brotowali dapat membantu melawan radikal bebas yang dihasilkan selama proses aflatoksikosis, yaitu keracunan yang disebabkan oleh racun aflatoksin oleh jamur Aspergillus flavus dan Aspergillus parasiticus. Aflatoksin ini sering ditemukan pada jagung, kacang tanah, dan biji-bijian yang disimpan dalam kondisi lembab dan hangat. Brotowali diketahui dapat melindungi ginjal dari nefrotoksisitas (keracunan akibat paparan zat beracun) yang dipicu oleh racun aflatoksin.

4. Meredakan Nyeri pada Artritis dan Osteoporosis

Brotowali kerap digunakan dalam pengobatan tradisional untuk mengobati artritis dan osteoporosis. Ekstraknya diketahui dapat membantu pertumbuhan sel-sel tulang dan mineralisasi (proses di mana mineral, terutama kalsium dan fosfat, disimpan dalam jaringan tulang, sehingga tulang menjadi kuat dan keras).

Brotowali diketahui berpotensi untuk membantu proses mineralisasi tulang

5. Antikanker

Brotowali memiliki efek antikanker yang signifikan melalui hewan uji coba. Ekstraknya diketahui memiliki peran untuk melindungi tubuh dari efek radiasi gamma, mengurangi kerusakan sel dengan cara menekan pertumbuhan sel kanker, dan berpotensi untuk mencegah perkembangan sel kanker, misalnya pada kanker hati dan kanker prostat.

6. Antimikroba

Ekstrak brotowali diketahui menunjukkan aktivitas potensial dalam melawan infeksi mikroba. Ia mampu meningkatkan kemampuan sel-sel kekebalan di dalam tubuh untuk membunuh bakteri, terutama berbagai bakteri Gram-positif. Manfaat ini berkaitan dengan kemampuannya untuk meningkatkan aktivitas memakan bakteri patogen, mencegah dan membersihkan bakteri, serta merangsang sistem kekebalan tubuh.

7. Antioksidan

Ekstrak brotowali memiliki kemampuan kuat untuk melawan radikal bebas dan melindungi sel-sel dari kerusakan oksidatif, serta meningkatkan produksi enzim yang melindungi sel-sel dari kerusakan. Melalui sifat antioksidannya ini, orang-orang dengan penyakit diabetes mellitus akan mendapatkan manfaat lebih.

Brotowali mendatangkan manfaat yang menjanjikan, terutama berkaitan dengan peningkatan sistem kekebalan tubuh. Namun yang perlu digaris bawahi, manfaat-manfaat di atas kebanyakan ditemukan berdasarkan hasil hewan coba. Apapun itu, ada baiknya bagi kita untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum mengonsumsinya ya!