Basil: Mirip Kemangi, tetapi Bukan!

Basil: Mirip Kemangi, tetapi Bukan!

Kesehatan 565

Mengutip dari Healthline, daun basil mengandung vitamin K, vitamin A, kalsium, zat besi, dan mangan. Jika dibandingkan versi segar dan kering, daun basil dalam bentuk bubuk mengandung zat gizi yang lebih padat. Namun beberapa kandungan tersebut hanya dapat berkontribusi sangat sedikit terhadap asupan harian karena penggunaannya juga terbatas.

1. Mengurangi Stres Oksidatif

Basil mengandung senyawa aktif yang bersifat sebagai antioksidan, yaitu antosianin dan beta karoten. Tugas dari antioksidan adalah untuk melawan radikal bebas, yaitu molekul penyebab terjadinya kerusakan oksidatif pada tubuh. Oleh karena itu, ia bermanfaat untuk mengurangi risiko terjadinya penyakit kronis, seperti jantung, diabetes, kanker, hingga rheumatoid arthritis. 

2. Melawan Kanker

Kandungan senyawa aktif tanaman di dalam daun basil diyakini mampu membantu mencegah beberapa jenis kanker, seperti kanker kulit, hati, mulut, dan paru-paru. Hal ini berkaitan dengan efeknya yang mampu memicu kematian sel dan memperlambat pembelahan sel kanker. 

Daun basil memiliki aktivitas antiinflamasi, antioksidan, antikanker, dan antibakteri

3. Melindungi Kulit dari Penuaan

Salah satu penelitian membuktikan bahwa penggunaan ekstrak kemangi di dalam krim kulit yang digunakan secara topikal dapat meningkatkan hidrasi kulit dan mengurangi kekasaran serta kerutan. Namun manfaat ini belum diketahui efektivitasnya apabila mengonsumsi daun basil secara langsung.

4. Membantu Menurunkan Gula Darah dan Kolesterol Darah Tinggi

Sebagai obat tradisional, daun basil sering dianjurkan untuk membantu mengontrol kadar gula darah tinggi. Selain itu, daun basil juga diyakini bermanfaat untuk menurunkan kolesterol total, kolesterol LDL (lemak jahat), dan trigliserida, serta tekanan darah tinggi. Oleh karena itu, ia bermanfaat bagi orang-orang dengan risiko diabetes dan penyakit jantung.

5. Meningkatkan Kesehatan Mental

Daun basil diketahui dapat membantu meningkatkan kesehatan mental, seperti meringankan stress, kecemasan, dan depresi, meningkatkan kemampuan berpikir dan nalar, mencegah kehilangan memori terkait dengan pertambahan usia, hingga memperbaiki masalah tidur. Dampaknya bahkan diperkirakan hampir mirip seperti obat antidepresan.

6. Antiinflamasi dan Antibakteri

Daun basil memiliki sifat antiinflamasi dan antibakteri. Penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun kemangi dapat membantu mengurangi peradangan akibat stres oksidatif. Di sisi lain, penggunaan minyak basil juga diketahui mampu melawan bakteri penyebab infeksi, seperti Escherichia coli.

Keamanan 

Daun basil secara umum aman karena memang tidak dikonsumsi dalam jumlah yang besar. Namun ada beberapa poin yang perlu diperhatikan, yaitu:

  • Orang yang mengonsumsi obat pengencer darah: dikarenakan ia mengandung vitamin K yang cukup tinggi, konsumsinya secara berlebihan dapat mengganggu kerja obat pengencer darah seperti warfarin karena dapat mengurangi efektivitasnya dalam mencegah pembekuan darah

  • Orang yang akan menjalani operasi: dikarenakan dapat menyebabkan masalah jika terjadi pendarahan

  • Orang dengan diabetes dan tekanan darah tinggi: dikarenakan dapat menyebabkan penurunan terlalu jauh pada gula darah dan tekanan darah

  • Ibu hamil: konsumsinya secara berlebihan mungkin menyebabkan kontraksi

Konsumsi basil tergolong aman, tetapi ada beberapa kelompok tertentu yang perlu mengontrolnya

Secara garis besar, daun basil memiliki aktivitas sebagai antiinflamasi, antioksidan, antikanker, dan antibakteri. Selain itu, iya juga berpotensi baik untuk membantu meningkatkan kesehatan orang dengan diabetes, penyakit jantung, serta gangguan kesehatan mental. Khasiatnya memang menjanjikan, tetapi banyak studi yang masih menggunakan hewan coba, sehingga perlu penelitian lebih lanjut untuk memastikan efektivitasnya.