Benarkah, Konsumsi Makanan Minuman Manis Membuat Sugar Rush?

Benarkah, Konsumsi Makanan Minuman Manis Membuat Sugar Rush?

Kesehatan 830

Sugar Rush, Mitos atau Fakta?

Terkadang saat mengalami kelelahan, emosi, hingga suasana hati yang kurang baik, salah satu hal yang bisa meningkatkan suasana hati menjadi lebih baik adalah mengonsumsi sesuatu yang manis. Baik itu makanan, minuman, maupun camilan yang memiliki kandungan gula. Selain dinilai cukup efektif untuk meningkatkan suasana hati, mengonsumsi makanan manis juga dianggap dapat menimbulkan efek samping, seperti sugar rush.

Sugar rush dikenal sebagai kondisi di mana seseorang akan menjadi lebih aktif atau hiperaktif setelah mengonsumsi makanan atau minuman manis. Tidak hanya pada anak-anak, efek samping ini juga dapat dialami oleh orang dewasa. Namun, benarkah sugar rush merupakan efek samping makanan manis? Gula memang menjadi salah satu tambahan makanan yang rentan timbulkan berbagai efek negatif untuk kesehatan, tetapi gula tidak dapat memicu kondisi aktif maupun hiperaktif secara tiba-tiba.

Sugar Rush Menurut Penelitian

Para ilmuwan mengkaji ulang sebuah penelitian, setelah sebelumnya pada tahun 1970-an seorang ahli alergi Amerika, Benjamin Feingold, menghapus tambahan gula pada makanan anak-anak karena dinilai memicu kondisi hiperaktif. Pada tahun 1995, meta analisis dari 23 penelitian yang diterbitkan dalam Journal of American Medical Association menyebutkan bahwa gula tidak menyebabkan efek apapun pada anak-anak.

Tidak hanya itu, sebuah penelitian dalam Neuroscience & Biobehavioral Reviews, menganalisis 31 penelitian dari 1.259 partisipan mengenai hubungan mengonsumsi karbohidrat dan pengaruh suasana hati. Hasilnya? Mengonsumsi karbohidrat atau gula secara berlebihan ternyata dapat menyebabkan efek samping kelelahan. Tentu ini sangat berlawanan dengan kondisi sugar rush. Para peneliti yang membuat penelitian ini berharap bahwa masyarakat akan lebih sadar bahwa sugar rush, hanyalah sebuah mitos dan lebih peduli terhadap kesehatan dengan membatasi asupan gula karena berisiko timbulkan penyakit pada tubuh.

Mengatur asupan gula harian tetap penting

Meski sugar rush adalah mitos belaka, asupan gula berlebih tetap berbahaya karena bisa menyebabkan penyakit kronis seperti diabetes. Untuk menjaga asupan gula harian, kamu bisa mengikuti cara berikut ini. 

  • Kurangi menambahkan pemanis tambahan ke dalam makanan dan minuman.
  • Hindari konsumsi soda atau minuman berkarbonasi. Untuk memperoleh sensasi kesegaran dari minuman, Anda bisa minum air dingin dengan perasan jeruk nipis.
  • Ganti camilan atau jus kemasan dengan buah-buahan segar.
  • Hindari buah kering atau kalengan karena keduanya mengandung gula tambahan agar produk lebih tahan lama.
  • Cek komposisi dan informasi gizi pada kemasan produk, lalu pilih produk yang paling rendah gula.
  • Saat memasak, kurangi takaran gula sebanyak sepertiga hingga separuhnya.
  • Gunakan rempah-rempah dengan sensasi manis seperti kayu manis dan pala untuk memperkaya rasa.

Dampak Terlalu Banyak Mengonsumsi Gula

Bukan sugar rush, sebaiknya ketahui beberapa dampak yang bisa kamu alami pada kesehatan ketika terlalu banyak mengonsumsi gula, seperti:

1. Obesitas

Mengonsumsi gula secara berlebihan dapat meningkatkan risiko obesitas.

2. Gangguan Jantung

Terlalu banyak mengonsumsi gula dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan, salah satunya risiko gangguan jantung. Selain itu, pengonsumsian gula secara berlebihan dapat menyebabkan aterosklerosis.

3. Jerawat

Tahukah kamu bahwa mengonsumsi gula terlalu banyak tingkatkan risiko jerawat? Hal ini disebabkan peningkatan gula darah dan insulin yang menyebabkan peningkatan hormon androgen, produksi minyak, serta peradangan kulit yang dapat berperan dalam menimbulkan jerawat.

Sebaiknya batasi pengonsumsian gula per harinya agar kesehatan tubuh tetap terjaga. Kamu bisa gunakan aplikasi Fitie untuk bertanya langsung pada Ahli Gizi mengenai asupan gula harian yang dibutuhkan oleh tubuh. Kamu juga bisa cari tahu tambahan makanan lainnya yang memiliki manis alami, sehingga dapat menghindari pengonsumsian gula.