Waspada, Bahaya Kelebihan Karbohidrat Bagi Kesehatan

Waspada, Bahaya Kelebihan Karbohidrat Bagi Kesehatan

Kesehatan 826

Karbohidrat merupakan sumber energi utama pada tubuh dan dijadikan bahan bakar untuk beberapa organ vital seperti ginjal, saraf pusat, dan otak. Karbohidrat kompleks, jenis yang lebih sehat, diperlukan tubuh agar bisa bekerja secara optimal. 

Di dalam tubuh, karbohidrat akan dipecah menjadi bentuk energi sederhana yang disebut glukosa. Kemudian, tubuh menggunakan insulin untuk membawa glukosa ke dalam sel. Ketika terlalu banyak karbohidrat yang dikonsumsi, kadar gula darah melonjak, insulin meningkat, dan akibatnya berat badan akan bertambah. 

Mengutip dari National Health Service (NHS), yang disebut karbohidrat bukan hanya yang berbentuk gula (seperti yang terkandung dalam cokelat, sereal, dan minuman bersoda), tetapi juga pati dan makanan berserat yang baik untuk tubuh. Karbohidrat pati terkandung dalam makanan bertepung, seperti roti, nasi, kentang, dan mie, sedangkan karbohidrat jenis serat dapat ditemukan dalam buah, sayur, gandum utuh, dan kacang-kacangan. 

Dampak Kelebihan Karbohidrat Dalam Tubuh

Mengutip data dari Food and Drug Administration (FDA), dalam sehari karbohidrat membentuk 45-65% dari total kalori harian. Dalam kondisi yang normal, karbohidrat disarankan hingga setengah total kalori. 

Jika asupan 2.000 kalori per hari, maka porsi karbohidrat yang dikonsumsi sebanyak 225-325 gram, setara dengan satu centong nasi penuh atau tiga potong roti. Sebaiknya tidak berlebihan dalam mengonsumsi karbohidrat, karena akan membawa dampak tidak baik untuk kesehatan.

Berikut beberapa dampak kelebihan karbohidrat yang perlu kamu ketahui: 

1. Mengantuk

Makanan yang mengandung karbohidrat, seperti nasi dan roti, dapat meningkatkan  kerja asam amino triptofan dan produk hormon melatonin dalam tubuh. Kedua senyawa tersebut berperan penting dalam mengatur siklus tidur dan rasa kantuk.

Oleh karena itu, jika mengonsumsi terlalu banyak makanan berkarbohidrat di siang hari, Anda dapat dengan mudah terserang kantuk hingga aktivitas sehari-hari menjadi terganggu.

2. Kenaikan Berat Badan (Obesitas)

Kenaikan berat badan adalah salah satu dampak buruk yang perlu diwaspadai, jika kamu terlalu banyak mengonsumsi karbohidrat. Hal ini karena kalori yang masuk ke tubuh lebih banyak daripada yang bisa dibakar oleh tubuh. Gula yang terkandung dalam karbohidrat juga dianggap sebagai peningkat kadar lemak visceral (lemak perut). Lemak tersebut berbahaya dan dapat meningkatkan resistensi insulin dan risiko diabetes tipe 2. 

3. Mudah Lelah 

Asupan karbohidrat sederhana, seperti dari permen, kue, biskuit, beberapa buah dan sayuran, dan minuman minuman manis, dapat menyebabkan lonjakan cepat dalam kadar gula darah. Lonjakan tersebut sering mengakibatkan penurunan energi dalam satu atau dua jam. 

Mengutip laman Livestrong, ahli gizi bersertifikat, Sharon Richter, menyarankan jika kamu mengonsumsi karbohidrat sederhana, kombinasikan dengan makanan tinggi protein atau serat. Sebab, protein dan serat berfungsi untuk memperlambat pencernaan karbohidrat dan membatasi lonjakan kadar gula darah. 

4. Membuat perut kembung

Saat mengonsumsinya dengan jumlah yang banyak, tidak semua karbohidrat yang masuk ke dalam tubuh dapat tercerna dengan baik. Akibatnya, karbohidrat yang tidak tercerna akan difermentasi oleh bakteri baik yang sudah ada di dalam usus. Proses fermentasi tersebut dapat menimbulkan gas di dalam perut yang bisa menyebabkan kembung.

5. Merasa mudah lapar

Di saluran pencernaan, karbohidrat akan dipecah menjadi gula dan masuk ke dalam darah. Proses ini akan meningkatkan kadar gula darah. Jika asupan karbohidrat makin banyak, kadar gula darah akan melonjak tinggi. Lonjakan ini bisa memicu keinginan untuk makan berlebih, khususnya makanan manis.

6. Meningkatkan risiko terjadinya diabetes

Asupan karbohidrat yang banyak dan sering juga bisa menyebabkan kadar gula darah berlebih atau diabetes. Ini karena tubuh akan memecah karbohidrat menjadi gula yang bisa meningkatkan kadar gula darah.

7. Membuat gigi berlubang

Terlalu banyak konsumsi karbohidrat, terutama karbohidrat sederhana seperti roti tawar dan nasi putih, juga bisa memicu gigi berlubang. Karbohidrat akan dipecah oleh enzim dalam mulut menjadi gula.

Jika gula menumpuk dalam mulut serta kebersihan gigi dan mulut tidak terjaga, bakteri di mulut dapat mengubah gula menjadi asam yang bisa merusak lapisan terluar gigi. Pada akhirnya, gigi menjadi berlubang.

8. Menimbulkan jerawat

Meningkatnya kadar gula darah akibat mengonsumsi karbohidrat yang berlebihan bisa memicu terjadinya peningkatan hormon insulin. Saat hormon insulin meningkat, produksi minyak di kulit wajah akan makin tinggi sehingga lebih rentan menyebabkan jerawat.

9. Menyebabkan penyakit jantung

Karbohidrat memang berfungsi sebagai bahan bakar energi untuk tubuh. Namun, mengonsumsinya secara berlebihan justru bisa meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) yang menjadi salah satu penyebab gangguan pada jantung, seperti penyakit jantung koroner dan serangan jantung.

Dampak kelebihan karbohidrat di atas lebih mungkin terjadi jika Anda mengonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat sederhana, seperti roti tawar, donat, pizza, dan pasta. Dibandingkan mengonsumsi karbohidrat sederhana, Anda lebih dianjurkan memperbanyak asupan dari sumber karbohidrat kompleks, khususnya buah, sayuran, kacang-kacangan, dan biji-biijian. Selain sehat, jenis makanan tersebut juga membuat Anda kenyang lebih lama.

Itulah beberapa dampak buruk terlalu banyak asupan karbohidrat bagi tubuh. Mulai sekarang, pastikan untuk memiliki pola makan sehat dan seimbang, agar terhindar dari masalah kesehatan. Jika butuh saran ahli, kamu bisa download aplikasi Fitie untuk bertanya pada Ahli gizi (Nutritionist).