1. Membantu Meredakan Sakit Kepala
Peppermint menjadi salah satu agen pelemas otot dan pereda nyeri, sehingga berpotensi untuk membantu mengatasi sakit kepala tertentu. Hal ini terjadi karena kandungan mentol dalam peppermint meningkatkan aliran darah dan memberikan sensasi dingin. Selain itu, sifat pelemas otot ini mungkin juga berpotensi untuk bantu seseorang lebih rileks menjelang tidurnya.
2. Mencegah Bau Mulut
Seperti yang kita tahu, peppermint seringkali menjadi salah satu bahan dasar dari pasta gigi, obat kumur, dan permen karet. Hal ini karena baunya yang segar, sekaligus manfaatnya sebagai antibakteri. Pertumbuhan bakteri yang tinggi dapat menyebabkan bau mulut, sehingga penggunaannya untuk kesehatan mulut akan sangat menjanjikan.

Peppermint bantu cegah bau mulut dan segarkan napas
3. Meredakan Hidung Tersumbat
Peppermint selain bersifat sebagai antibakteri, juga memiliki aktivitas antivirus dan antiinflamasi. Oleh karena itu, ia berpotensi untuk membantu meredakan hidung tersumbat akibat infeksi atau alergi. Kandungan mentolnya juga membantu untuk meningkatkan pertukaran aliran udara di rongga hidung. Tak hanya itu, ia juga mungkin dapat membantu mengatasi batuk dan sakit tenggorokan.
4. Mengurangi Masalah Pencernaan
Peppermint dapat membantu mengatasi gangguan pencernaan, seperti kembung dan gas. Ia diketahui dapat mengurangi gejala saluran pada penderita sindrom iritasi usus besar (irritable bowel syndrome). Selain itu, peppermint juga bermanfaat untuk mengurangi frekuensi, durasi, dan keparahan nyeri perut.
5. Meredakan Kram Menstruasi
Mengingat manfaatnya sebagai pelemas otot, maka peppermint juga berdampak positif dalam mengurangi kram menstruasi. Kandungan senyawa aktif dalam peppermint terbukti mengurangi intensitas dan durasi nyeri menstruasi. Bahkan dalam sebuah studi, ekstrak peppermint sama efektifnya dengan obat antiinflamasi nonsteroid.
6. Antibakteri
Tak hanya bermanfaat untuk membasmi bakteri dalam mulut, peppermint juga diketahui mampu efektif untuk membunuh bakteri lain. Mulai dari Escherichia coli, Listeria, dan Salmonella yang sering kita temukan dalam makanan, hingga Staphylococcus yang berkaitan dengan penyakit pneumonia. Oleh karena itu, ia berpotensi baik untuk menghambat bakteri penyebab penyakit bawaan makanan dan penyakit menular.
7. Meningkatkan Konsentrasi
Peppermint diketahui memiliki potensi untuk meningkatkan konsentrasi dan fokus. Studi menunjukkan bahwa orang yang mengonsumsi kapsul minyak peppermint mengalami peningkatan kognitif yang baik. Mencium aroma minyaknya pun telah terbukti meningkatkan memori dan kewaspadaan.

Peppermint sebagai essential oil dapat dijadikan sebagai aromaterapi untuk tingkatkan konsentrasi
Selain itu, ia juga diketahui dapat mengurangi kelelahan dan meningkatkan energi. Orang yang mengonsumsi kapsul minyak peppermint diketahui mengalami lebih sedikit kelelahan mental selama tes kognitif. Hal yang serupa juga terjadi ketika ia digunakan sebanyak minyak aromaterapi.
Teh peppermint memiliki rasa yang manis, bebas kalori, dan bebas kafein, sehingga dapat dengan mudah dimasukkan ke dalam pola makan sehat sehari-hari, bahkan mungkin bisa dijadikan minuman sehat selama program penurunan berat badan. Gampangnya, kita dapat mengonsumsinya dalam bentuk teh yang diseduh dengan air panas. Selain itu, ia juga dapat dibeli dalam sediaan essential oil untuk digunakan sebagai minyak oles atau aroma terapi melalui diffuser.
Meskipun tidak semua orang menyukai peppermint, tetapi ia memiliki potensi yang menjanjikan untuk kesehatan. Mulai dari meredakan sakit kepala, hidung tersumbat, kram menstruasi, dan gangguan pencernaan, hingga mencegah bau mulut. Bagi Ladies yang tidak suka, tertarik untuk mencobanya tidak, nih?