Kenapa Ibu Hamil Mengalami Ngidam?

Kenapa Ibu Hamil Mengalami Ngidam?

Kehamilan 1047

Ngidam merupakan suatu kondisi yang umumnya terjadi pada trimester pertama, dan mencapai puncaknya pada trimester kedua kehamilan. Ngidam pada ibu hamil tidak bisa diprediksi, dan umumnya berbeda antara ibu hamil yang satu dengan yang lainnya. Selain itu bisa saja ibu hamil ngidam makanan yang berbeda pada kehamilan pertama dan kehamilan selanjutnya. Sebenarnya apa yang menyebabkan terjadinya ngidam pada ibu hamil?

Penyebab Ngidam

Penyebab ngidam sebenarnya belum diketahui secara pasti, tetapi ada beberapa pendapat para ahli yang mencoba menjelaskan penyebab ibu hamil mengalami ngidam, antara lain:

1. Perubahan Hormon

Ada teori yang menyatakan bahwa ngidam dapat terjadi akibat perubahan hormon dalam tubuh ibu hamil. Perubahan tersebut membuat indra penciuman dan perasa menjadi lebih sensitif. Hal inilah yang diduga menjadi penyebab ibu hamil tiba-tiba menyukai makanan yang sebelumnya tidak disukainya.

2. Kekurangan Nutrisi

Ada juga teori yang menyatakan bahwa keinginan mengonsumsi sesuatu muncul akibat tubuh ibu hamil kekurangan nutrisi tertentu. Sebagai contoh, ibu hamil yang ngidam daging merah seperti burger bisa menjadi tanda bahwa tubuhnya kekurangan protein, kalium, atau natrium.

Jika ibu hamil ngidam makanan manis seperti es krim stroberi, kemungkinan itu adalah tanda tubuhnya kekurangan glukosa. Jadi, ngidam tidak selalu disebabkan oleh makanan yang diinginkan, melainkan nutrisi yang terdapat di dalamnya.

3. Kebutuhan Energi Ibu Hamil Meningkat

Kebutuhan energi ibu meningkat selama masa kehamilan dan bisa menjadi penyebab ngidam. Alhasil, ibu membutuhkan asupan nutrisi lebih banyak dibandingkan sebelum hamil dan keinginan untuk konsumsi makanan tertentu pun semakin meningkat.

4. Perubahan Psikologis Saat Hamil

Perubahan hormon dapat memengaruhi kondisi psikologis ibu selama masa kehamilan. Hal ini terkadang dialihkan dengan keinginan konsumsi makanan tertentu, sehingga juga bisa menjadi penyebab ngidam.

5. Perubahan Kondisi Otak

Terdapat penelitian bahwa saat hamil terjadi peningkatan zat neuropeptide Y (NPY) di hipotalamus otak, yang berguna untuk mengatur nafsu makan. Karena itu, meningkatnya NPY dapat menjadi penyebab ngidam saat hamil.

6. Emosi Tidak Stabil

Perubahan emosi yang dialami oleh ibu hamil dapat disebabkan oleh beberapa faktor seperti keadaan rumah yang berantakan, lingkungan yang kumuh, penghasilan keluarga yang rendah, dan lainnya.

Saat emosi tidak stabil, keinginan untuk makan makanan tertentu menjadi lebih besar. Oleh sebab itu, emosi yang tidak stabil bisa menjadi penyebab ngidam pada ibu hamil.

7. Kebutuhan Gizi Meningkat

Penyebab ngidam lainnya adalah kebutuhan gizi yang meningkat. Karena saat hamil, kebutuhan gizi meningkat sehingga ngidam terhadap makanan tertentu sering terjadi untuk memenuhi kebutuhan gizi ibu.

8. Peningkatan Produksi Air Liur

Saat awal kehamilan, produksi air liur mengalami peningkatan. Kondisi ini yang membuat area mulut terasa seperti ada kandungan logam. Pada akhirnya, hal ini membuat ibu hamil ngidam dan memiliki keinginan kuat untuk mengonsumsi makanan tertentu demi menetralisir rasa logam di dalam mulut.

Tips Menuruti Ngidam Saat Hamil yang Aman

Umumnya, ngidam tidak berbahaya jika Bumil masih bisa mengelolanya dengan baik. Ngidam dapat menjadi masalah jika yang dikonsumsi adalah makanan berkalori tinggi tapi tidak mengandung nutrisi yang dibutuhkan saat kehamilan.

Makanan tersebut bisa membuat Bumil mengalami kenaikan berat badan terlalu banyak dan kegemukan. Hal ini tentunya dapat menimbulkan banyak gangguan kesehatan selama kehamilan.

Berikut ini adalah beberapa cara yang dapat Bumil lakukan agar ngidam tidak menimbulkan gangguan kesehatan:

1. Batasi Makanan Berkalori dan Berlemak

Jika ibu hamil ngidam makanan yang mengandung kalori dan lemak yang tinggi, seperti cokelat, es krim, martabak dan kue, usahakan agar porsinya tidak berlebihan, sehingga berat badan ibu hamil tetap terkontrol dan ibu terhindar dari penyakit diabetes gestasional. Ibu bisa menyiasati hal ini dengan membeli cokelat atau es krim dalam kemasan kecil.

2. Hindari Makanan yang Berbahaya bagi Janin

Umumnya, dokter kandungan akan melarang ibu mengonsumsi daging, seafood, atau telur yang tidak dimasak dengan matang atau setengah matang, susu dan produk olahannya yang tidak dipasteurisasi, serta alkohol, karena jenis makanan tersebut bisa memberi dampak buruk untuk kondisi janin.

3. Batasi makanan dan minuman manis

Saat hamil, sebisa mungkin batasi juga konsumsi makanan dan minuman yang manis, terutama jika Bumil berisiko mengalami diabetes gestasional.

Bumil bisa mengalihkan hasrat ngidam makanan yang tidak sehat, menjadi makanan yang lebih sehat. Misalnya, ketika ngidam es krim stroberi tinggi lemak, Bumil dapat memikirkan alternatif lebih sehat yang menyerupai makanan tersebut, seperti yoghurt stroberi atau buah stroberi segar.

3. Ganti dengan Makanan yang Sehat

Ibu hamil mungkin saja lebih sering ngidam makanan tidak sehat dibanding makanan bergizi. Hal ini tidak baik, karena bayi tetap butuh banyak nutrisi yang terdapat dalam makanan sehat. Nah, agar ibu bisa memenuhi ngidam sekaligus gizi harian yang diperlukan, ibu bisa menyiasatinya dengan cara mengganti makanan ngidam dengan yang lebih sehat. Misalnya, ibu ngidam es krim yang tinggi lemak, ibu bisa menggantinya dengan es krim berlabel rendah lemak atau yogurt. Jika ibu ngidam donat atau roti manis, gantilah dengan roti yang terbuat dari biji-bijian utuh.

Ibu hamil sebaiknya tidak sembarangan mengonsumsi makanan walau sedang ngidam, karena ada bayi dalam kandungan yang harus ibu jaga kondisinya. Jadi, sebelum menuruti ngidam, pikirkan dulu kesehatan ibu dan janin, ya.

Jika ibu sakit atau mengalami masalah kesehatan selama kehamilan, hubungi saja dokter melalui aplikasi Fitie. Ibu bisa meminta saran kesehatan dan rekomendasi obat dari dokter melalui Chat kapan saja dan di mana saja.

Yuk, download aplikasi Fitie sekarang juga di App Store dan Google Play.