Manfaat Sunat bagi Kesehatan

Manfaat Sunat bagi Kesehatan

Kesehatan 910

Sunat merupakan prosedur medis yang bertujuan melepaskan kulup atau kulit terluar yang menyelubungi penis. Prosedur ini dapat dilakukan pada bayi, anak-anak hingga orang dewasa. 

Di Indonesia, proses ini umumnya dilakukan saat anak laki-laki memasuki usia sekolah dasar atau sekitar 6–10 tahun. Semakin tua usia anak laki-laki atau pria yang disunat, semakin bertambah juga risiko, tingkat kerumitan, dan lama proses penyembuhannya.

Manfaat Sunat bagi Kesehatan

Dilihat dari sisi medis, ada banyak manfaat yang bisa diperoleh jika menjalani prosedur sunat atau khitan, di antaranya:

1. Menjaga Kebersihan Penis

Salah satu tujuan sunat adalah menjaga kebersihan penis. Pasalnya, kulup pada ujung kemaluan berpotensi menjadi tempat penumpukan sel kulit mati, bakteri, dan minyak. Tanpa menjalani sunat, penis harus dibersihkan dengan ekstra. Jika tidak, maka akan timbul penumpukan daki atau bercak putih kekuningan (smegma) yang berbau tidak sedap dan meningkatkan risiko infeksi.

2. Mencegah Penularan Penyakit Menular Seksual

Sunat bagi pria juga bermanfaat untuk mengurangi risiko penyakit menular seksual, seperti herpes genital, HIV, dan sifilis. Manfaat ini juga dapat menurunkan risiko penyakit menular seksual pada pasangan wanitanya.

3. Mengurangi Risiko Gangguan Penis

Umumnya, tujuan sunat adalah untuk menurunkan risiko seorang pria terserang gangguan pada penis seperti, fimosis dan balanitis. Perlu diketahui, pria dewasa yang belum disunat berisiko lebih tinggi mengalami fimosis, yaitu kondisi dimana kulup penis yang tertarik, malah tersangkut atau tidak dapat kembali ke posisi semula.

Sementara itu, balanitis dapat terjadi ketika kulit terluar penis dan kepala penis yang belum disunat mengalami infeksi sehingga terasa gatal, meradang, dan memerah.

4. Mengurangi Risiko Infeksi Saluran Kemih

Salah satu manfaat sunat atau khitan adalah mengurangi risiko infeksi saluran kemih (ISK). Meski umumnya ISK lebih banyak terjadi pada wanita, namun pria yang belum sunat juga memiliki risiko tinggi terserang infeksi saluran kemih.

5. Mengurangi Risiko Kanker Penis

Meski risiko kanker penis pada pria cenderung rendah, namun pria yang tidak disunat berisiko tinggi mengalami penyakit ini karena beberapa penyakit seperti infeksi HIV, infeksi HPV, fimosis, dan balanitis merupakan faktor risiko dari kanker penis.

Perawatan Setelah Sunat

Setelah disunat, penis umumnya akan berwarna merah, memar, dan bengkak. Luka sunat pada bayi memerlukan waktu sekitar 10 hari untuk sembuh, sedangkan luka sunat pada anak-anak dan pria dewasa memerlukan waktu setidaknya sebulan untuk sembuh.

Ada beberapa hal yang perlu dilakukan dan diperhatikan oleh orang yang baru disunat agar luka bisa cepat sembuh, yaitu:

  • Gunakan celana yang longgar atau sarung untuk menghindari gesekan dengan penis.
  • Rutin kontrol ke dokter untuk merawat luka dan selalu perhatikan kebersihan alat kelamin untuk menghindari infeksi. Anda boleh mandi setelah diperbolehkan dokter, tetapi hindari mandi dengan cara berendam.
  • Konsumsi obat pereda sakit untuk mengurangi nyeri, seperti paracetamol atau ibuprofen. Terkadang, dokter juga akan meresepkan antibiotik untuk mencegah infeksi setelah sunat.
  • Hindari aktivitas atau olahraga berat, misalnya bersepeda, latihan beban, atau joging. Untuk anak yang baru disunat, pastikan ia tidak terlalu banyak bermain atau bergerak terlebih dahulu.
  • Pria dewasa yang melakukan sunat tidak dianjurkan melakukan hubungan seksual selama sekitar 4–6 minggu atau hingga luka sunat sembuh sepenuhnya.

Beberapa Risiko Sunat 

Meski bermanfaat bagi kesehatan, prosedur sunat tetap memiliki beberapa risiko, antara lain:

  • Perdarahan, terutama pada pria yang memiliki gangguan pembekuan darah
  • Infeksi
  • Gangguan saluran kemih
  • Kulit kulup mungkin terpotong terlalu pendek atau terlalu panjang
  • Sisa kulup dapat menempel kembali ke ujung penis

Disarankan untuk segera menemui dokter atau pergi ke instalasi gawat darurat di rumah sakit terdekat jika Anda mengalami hal-hal berikut setelah disunat:

  • Perdarahan sulit berhenti
  • Keluar cairan bernanah atau berbau busuk dari ujung penis
  • Proses buang air kecil masih terganggu hingga beberapa minggu setelah disunat
  • Penis masih terlihat bengkak 2 minggu setelah disunat
  • Demam

Banyak manfaat sunat yang memengaruhi kesehatan kamu. Sebaiknya jika kamu memiliki pertanyaan seputar alat kelamin atau masalah reproduksi, kamu bisa bertanya pada dokter ahli melalui aplikasi Fitie. Kamu bisa bertanya pada dokter mengenai keluhan yang kamu rasakan kapan pun dan dimana pun melalui Chat. Yuk, download sekarang juga aplikasi Fitie melalui App Store atau Google Play.