1. Tinggi Antioksidan
Ginkgo biloba merupakan salah satu tanaman yang tinggi antioksidan, seperti flavonoid dan terpenoid. Fungsi dari antioksidan adalah untuk melawan radikal bebas penyebab kerusakan pada sel-sel sehat tubuh. Selain itu, radikal bebas juga dapat mempercepat terjadinya penuaan dan menyebabkan penyakit kronis (misalnya diabetes melitus dan penyakit jantung).
Dikarenakan ia kaya akan antioksidan, maka ginkgo biloba mampu membantu mengurangi tanda-tanda peradangan, baik pada sel manusia maupun sel hewan. Beberapa contoh penyakit yang berhubungan dengan peradangan yaitu artritis, kanker, penyakit jantung, stroke, dan radang usus. Namun ia tidak serta merta mampu mengobati penyakit-penyakit ini.
2. Meningkatkan Sirkulasi
Ginkgo biloba diketahui mampu membantu meningkatkan aliran darah dengan cara melebarkan pembuluh darah. Oleh karena itu, ia berpotensi untuk membantu mengatasi penyakit yang terkait dengan buruknya sirkulasi. Dikarenakan manfaatnya ini, aliran darah dapat mencapai ke berbagai bagian tubuh, sehingga bagus untuk kesehatan jantung dan otak.

Ginkgo biloba dapat membantu meningkatkan sirkulasi tubuh
3. Mengatasi Masalah Kesehatan Mental
Suplemen ginkgo biloba diketahui dapat mengatasi masalah kesehatan mental, seperti gejala kecemasan dan gejala depresi. Namun, efek ini terlihat ketika orang tersebut mengonsumsinya bersamaan dengan obat antidepresan. Meskipun begitu, tidak pula semuanya bekerja dengan baik, orang yang menggunakan Xanax untuk kecemasan tidak boleh mengonsumsi ginkgo karena justru mengurangi efektivitas obatnya.
4. Mengatasi Sakit Kepala
Ginkgo biloba banyak digunakan dalam pengobatan Tiongkok untuk mengatasi sakit kepala dan migrain. Hal ini berkaitan dengan aktivitas antioksidan dan antiinflamasi, serta melebarkan pembuluh darah yang dimilikinya. Namun belum diketahui jenis migrain apa yang ampuh untuk diobati, sehingga perlu dilakukan studi lebih lanjut.

Ginkgo biloba diketahui mampu mengatasi sakit kepala
5. Memperbaiki Gejala Asma
Berkaitan dengan fungsinya untuk mengurangi peradangan, maka ginkgo biloba diyakini dapat membantu mengurangi peradangan di saluran udara dan meningkatkan kapasitas paru-paru, sehingga berpotensi untuk mengurangi gejala pada asma dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK). Selain itu, ia juga berpotensi untuk memperbaiki gejala bronkitis dan batu.
6. Mungkin Membantu Glaukoma
Penelitian terbatas menunjukkan bahwa ginkgo biloba dapat meningkatkan aliran darah ke mata, yang mungkin bermanfaat bagi orang dengan glaukoma atau degenerasi makula terkait usia. Ini mungkin dapat membantu mereka untuk mempertahankan penglihatan lebih malam, tetapi masih dibutuhkan studi lebih lanjut untuk mengkonfirmasinya.
Risiko Efek Samping
Secara umum, ginkgo biloba aman dikonsumsi untuk orang dewasa. Namun, ia dapat menyebabkan beberapa efek samping seperti mual, diare, pusing, sakit kepala, sakit perut, serta alergi. Ia juga dapat berinteraksi dengan obat-obatan, seperti obat pengencer darah (warfarin, aspirin), antidepresan (xanax, prozac, zoloft), dan NSAIDs (ibuprofen, naproksen).
Ginkgo biloba tersedia dalam bentuk suplemen (kapsul, tablet), ekstrak cair, dan daun kering berbentu teh. Tidak disarankan untuk mengonsumsinya dalam keadaan mentah karena beracun. Total dosis yang aman untuk sehari adalah sekitar 120-160 mg, yang dibagi ke dalam beberapa kali. Efeknya mungkin memerlukan beberapa minggu untuk terlihat.
Ginkgo biloba memiliki beberapa potensi yang baik untuk kesehatan, termasuk mengurangi peradangan dan meningkatkan sirkulasi (jantung, saluran pernapasan, otak, hingga mata). Namun, potensi menjanjikan ini ditemukan berdasarkan hasil penelitian yang terbatas, sehingga belum dapat dikonfirmasi 100% kebenarannya. Jika berencana untuk mengonsumsinya, konsultasikan dulu ke dokter, bisa di aplikasi Fitie ya!