Kombucha merupakan minuman fermentasi yang terbuat dari teh (bisa teh hijau atau teh hitam), gula (gula pasir, madu, atau agave), bakteri “sehat”, serta ragi. Minuman ini akan didiamkan dan difermentasi mulai dari seminggu hingga sebulan. Hasil akhirnya adalah minuman berkarbonasi ringan dengan rasa asam yang spesifik. Oleh karena ia difermentasi, kombucha sedikit mengandung alkohol, dengan kadar sangat kecil yaitu di bawah 0,5%.
Selama proses fermentasi, akan terbentuk koloni bakteri asam laktat yang berfungsi sebagai probiotik, yaitu bakteri sehat yang bermanfaat bagi tubuh, salah satunya untuk membantu meningkatkan kesehatan saluran cerna, mengurangi peradangan, menguatkan sistem kekebalan tubuh, dan membantu penurunan berat badan.
Manfaat
Kombucha terbuat dari teh, sehingga mungkin menawarkan banyak manfaat kesehatan yang serupa. Ia tinggi akan kandungan antioksidan yang berpotensi baik untuk berbagai aspek dalam kehidupan. Apa saja kira-kira manfaatnya? Berikut beberapa daftarnya!
1. Membunuh Bakteri Berbahaya
Selain menghasilkan koloni bakteri baik, proses fermentasi kombucha juga menghasilkan asam asetat, yang biasanya terkandung di dalam cuka dan berfungsi untuk membunuh mikroorganisme berbahaya. Ini menyebabkan ia memiliki aktivitas antibakteri yang kuat, sehingga berpotensi baik untuk melawan infeksi yang disebabkan oleh E.coli dan Salmonella typhi, sementara tidak memengaruhi bakteri baik yang ada.

Kombucha memiliki aktivitas antibakteri
2. Membantu Meningkatkan Kesehatan Organ Hati
Kombucha, terutama yang terbuat dari teh hijau memiliki aktivitas antioksidan yang berpotensi untuk bantu meningkatkan kesehatan organ hati. Hal ini berkaitan dengan fungsinya untuk mengurangi kerusakan akibat radikal bebas. Pada hewan coba, konsumsi kombucha secara teratur diketahui dapat mengurangi toksisitas hati yang disebabkan oleh bahan kimia beracun.
3. Membantu Menurunkan Risiko Penyakit Jantung
Studi pada hewan coba menunjukkan bahwa konsumsi kombucha dapat meningkatkan kadar kolesterol HDL (kolesterol baik) dan menurunkan kolesterol LDL (kolesterol jahat) dalam waktu 30 hari. Konsumsi teh hijau khususnya diketahui dapat melindungi partikel kolesterol dari oksidasi, sehingga menyebabkan ia berpotensi untuk mengurangi risiko penyakit jantung.
4. Membantu Pengelolaan Diabetes Melitus Tipe 2
Penelitian menggunakan hewan coba menunjukkan bahwa kombucha dapat memperlambat pencernaan karbohidrat, sehingga ini berpotensi baik bagi penderita diabetes melitus tipe 2 untuk pengelolaan kadar gula darahnya. Namun, perlu dilakukan lebih banyak penelitian pada manusia untuk mengkonfirmasinya.
5. Membantu Melindungi dari Kanker
Dikarenakan kombucha kaya akan antioksidan, seperti polifenol, ia diduga dapat menghambat terjadinya mutasi gen dan pertumbuhan sel kanker, serta mendorong kematian sel kanker. Efek ini ditemukan berdasarkan penelitian pada hewan coba. Oleh karena ini, masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengkonfirmasi dampaknya pada manusia.

Konsumsilah kombucha untuk mendapatkan berbagai manfaat kesehatan
Potensi Risiko
Jika dikonsumsi dalam jumlah sedang, kombucha tergolong aman. Namun, ia dapat menimbulkan efek samping seperti sakit perut, mual, sakit kepala, kembung, atau ketoasidosis (tingginya kadar asam dalam darah yang menyebabkan kondisi darurat medis) apabila dikonsumsi berlebihan, terlebih karena ia tergolong minuman berkarbonasi.
Meskipun berpotensi baik dalam pengelolaan diabetes melitus tipe 2, tetapi beberapa produk kombucha mungkin saja mengandung gula sangat tinggi, sehingga tetap perlu diperhatikan konsumsinya. Jika membuatnya sendiri di rumah, perhatikan kebersihan diri dan peralatan yang digunakan, serta lakukan proses pembuatannya dengan benar.
Kombucha adalah jenis teh yang difermentasi, sehingga membuatnya mengandung probiotik yang baik untuk kesehatan. Mulai dari meningkatkan kesehatan saluran cerna dan organ hati, antibakteri, antikanker, menurunkan risiko penyakit jantung, hingga membantu pengelolaan diabetes melitus tipe 2. Yuk baca artikel Fitie lainnya!